• Home
  • Blog
  • 4 Kesalahan Fatal yang Harus Dihindari BIla INgin Membeli Mobil Bekas

4 Kesalahan Fatal yang Harus Dihindari BIla INgin Membeli Mobil Bekas

Harga mobil semakin lama semakin mahal, bahkan semakin dikalikan dengan harga pajak yang tinggi, sehingga tidak sedikit orang yang ingin membeli mobil merasa terbebani. Situasi yang memberatkan ini sangat dialami oleh orang-orang yang memiliki kondisi keuangan yang tidak menguntungkan. Karena itu, kini tidak sedikit orang yang pindah ke mobil bekas murah seperti harga agya daripada berjuang membeli mobil baru. Karena mobil bukan produk investasi, harganya tidak akan sering turun ketika digunakan. Harganya jauh lebih murah daripada mobil baru, minat unik, tidak sedikit orang mulai membeli mobil bekas.

Secara umum, ketika Anda mendengar kata ‘bekas’, Anda langsung membayangkan mobil yang memiliki kualitas buruk, rusak, dan memiliki yang tertua, tetapi sebenarnya tidak semua mobil bekas seperti itu. Juga tidak sedikit mobil bekas dengan kualitas bagus dan bahkan terlihat seperti baru. Anda hanya harus jeli sebelum membeli. Hindari beberapa kesalahan umum yang sering dilakukan orang ketika membeli mobil bekas ini dan dapatkan mobil bekas berkualitas dengan harga murah.

  1. Bergegas Saat Test Drive

Setelah memeriksa situasi mesin mobil dan melihat daftar layanan kendaraan, itu tidak berarti bahwa mobil itu akan digunakan dengan baik. Karena itu, Anda harus melakukan test drive atau mengujinya di jalan. Dengan melakukan test drive, Anda akan mengerti bagaimana performa mesin yang sebenarnya. Perhatikan suara mesin, getaran mesin, dan asap di knalpot mobil.

Saat mengerjakan test drive, Anda harus melakukannya

  1. Tidak Bertanya Sejarah Mobil

Saat membeli mobil bekas, tidak sedikit hal yang harus Anda periksa, salah satunya adalah tentang sejarah mobil. Tanyakan secara detail tentang ini. Mengetahui sejarah mobil adalah hal yang mendesak untuk menghindari kerugian yang mungkin akan terjadi nanti.

Lebih baik tidak membeli mobil bekas yang mengalami tabrakan besar, banjir, dan odometer dapat diatur ulang. Ketiga urusan ini akan dominan dalam performa mesin yang mungkin tidak akan dialami dalam waktu dekat. Selain itu, tanyakan juga apakah mobil itu dulu mobil sewaan atau perusahaan persewaan mobil sitaan. Ini juga perlu ditanyakan untuk menghindari risiko kehilangan diri sendiri.

  1. Jangan Memahami Masalah Mesin

Hal mendesak yang harus diabaikan ketika membeli mobil bekas adalah kondisi mesin. Ketika membeli mobil bekas, Anda harus memprioritaskan memeriksa situasi mesin, karena jika mesinnya buruk, maka tidak ada gunanya Anda membeli mobil, bukan? Nah, masalahnya tidak semua orang mengerti tentang mesin, jadi yang harus Anda lakukan hanyalah mengundang kolega atau orang lain yang Anda percayai dan pahami masalah mesin mobil dengan baik. Dengan begitu, Anda tidak perlu ragu lagi dalam menilai apakah mobil berada dalam situasi yang baik atau tidak.

Anda harus memastikan bahwa setiap komponen mesin adalah asli, atau setidaknya masih terlihat bagus. Jika Anda merasa bahwa mesin mobil sudah buruk, maka Anda mencoba untuk membatalkan niat Anda untuk membelinya.

  1. Tidak Memeriksa Catatan Layanan Kendaraan

Mungkin Anda sudah tahu bahwa mobil yang diservis secara teratur dan dirawat dengan rajin tentu memiliki kinerja yang baik. Hanya ada satu teknik untuk mengetahuinya, yaitu dengan memeriksa daftar layanan mobil dari pemilik mobil. Biasanya setiap kali melakukan servis, bengkel akan menyebutkan daftar layanan rutin dan komponen apa yang telah diganti sehingga Anda dapat lebih mudah menilai kinerja mobil bekas.

Demi kedamaian dan kenyamanan Anda, lebih baik memilih mobil yang secara rutin melakukan servis dan suku cadang asli diganti. Dengan begitu, situasi mobil berarti masih lebih baik dan kuat.