• Home
  • Blog
  • Inilah Gejala Penyakit Tukak Lambung. Lalu, Apa Penyebabnya?

Inilah Gejala Penyakit Tukak Lambung. Lalu, Apa Penyebabnya?

Tukak lambung merupakan luka pada lambung yang menimbulkan keluhan sakit maag. Selain timbul di area lambung, luka tersebut bisa terbentuk pada usus 12 jari ataupun pada bagian bawah kerongkongan. Tukak lambung dinyatakan bersifat akut jika gejalanya muncul secara tiba-tiba dan terjadi pada waktu yang relatif singkat (berupa serangan penyakit dalam waktu cepat).

Gejala Tukak Lambung

Gejala utama penyakit tukak lambung yang dirasakan penderita adalah timbulnya nyeri atau perih pada bagian perut. Rasa sakit nyeri ini muncul karena terjadinya iritasi yang disebabkan karena asam lambung yang membasahi luka pada area lambung. Rasa nyeri ini mempunyai karakteristik tersendiri dalam kasus ini. Ciri-cirinya adalah berlangsung dalam hitungan menit, bahkan sampai jam. Rasa nyeri ini bisa hilang dan timbul lagi selama beberapa hari, minggu, dan bulan.

Nyeri ini semakin parah dalam kondisi tertentu, yaitu pada saat waktu makan, saat malam hari, dan pagi-pagi sekali. Saat perut kosong dan tak terisi makanan sama sekali, rasa nyeri akan kambuh dan makin parah. Nyeri tersebut akan mereda jika perut diisi makanan ataupun setelah mengonsumsi obat sakit maag, meski beberapa saat nanti nyeri tersebut bisa muncul lagi.

Gejala penyakit tukak lambung lainnya yang bisa dialami adalah mual dan muntah disertai dengan perut kembung. Sering bersendawa dan dada terasa seperti terbakar merupakan gejala lanjutan yang menyertai. Hilangnya nafsu makan yang memicu turunnya berat badan juga menjadi gejalanya. Sesak napas dan badan lemas merupakan pertanda seseorang mengalami tukak lambung.

Komplikasi Tukak Lambung

Saat gejala penyakit tukak lambung yang dialami semakin parah atau dalam kondisi yang sudah parah, seseorang bisa mengalami komplikasinya. Komplikasi tukak lambung ini memang jarang dialami pengidap, tetapi kemungkinan mengalaminya tetap ada sesuai dengan perkembangan kondisinya, termasuk jika tukak lambung tidak ditangani secara cepat dan tepat.

Beberapa komplikasi yang dapat dialami penderita di antaranya adalah pendarahan pada perut bagian dalam, baik dalam skala ringan, maupun parah, sehingga memerlukan transfusi darah. Kondisi komplikasi lainnya adalah mengalami peritonitis yaitu dinding lambung atau usus berlubang yang menyebabkan adanya infeksi serius di dalam rongga perut. Kondisi komplikasi ketiga adalah terhalangnya pergerakan makanan pada sistem pencernaan.

Usia penderita dan pemakaian obat anti inflamasi non-steroid juga berpotensi memengaruhi risiko seseorang untuk mengidap komplikasi tukak lambung. Dilansir dari halodoc.com, lansia dengan usia di atas 70 tahun mempunyai risiko komplikasi yang tertinggi.

Penyebab Seseorang Mengalami Tukak Lambung

Berbagai gejala penyakit tukak lambung beserta dengan komplikasinya yang kemungkinan bisa dialami tersebut ternyata disebabkan oleh banyak hal. Banyak pihak yang menganggap jika luka pada lambung disebabkan mengonsumsi makanan asam ataupun pedas yang berlebihan. Anggapan tersebut memang kurang tepat. Makanan pedas atau asam bisa memperparah gejala sakit maag, tetapi tidak menyebabkan luka.

Luka di lambung itu terbentuk jika selaput yang melapisi lambung terkikis. Sebagian besar kasusnya disebabkan karena infeksi oleh bakteri H. pylori ataupun karena mengonsumsi obat pereda nyeri yang berlebihan atau berkepanjangan. Mengonsumsi obat pereda nyeri yang berlebihan bisa mengakibatkan iritasi ataupun peradangan di jaringan lambung sampai menimbulkan luka.

Selain itu, obat lain seperti aspirin, kortikosteroid, serta antidepresan golongan SSRI juga menyebabkan sakit tukak lambung. Pada kasus yang jarang terjadi, tukak lambung juga dapat disebabkan oleh tumor di lambung, atau komplikasi dari radioterapi.

Faktor Pemicu Tukak Lambung

Untuk informasi tambahan, gejala penyakit tukak lambung juga dipicu oleh berbagai faktor. Terdapat beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko dialaminya tukak lambung, di antaranya adalah merokok, terutama yang dilakukan oleh seseorang yang terinfeksi bakteri pylori. Stres yang tidak terkelola dengan baik juga memicu. Mengonsumsi makanan asam atau pedas dan juga alkohol juga berisiko menimbulkan luka pada area lambung.